Monday, April 12, 2010

Wisuda April 2010

Hari itu untuk pertama kalinya dalam sejarah kemahasiswaan di ITB, rangkaian acara wisuda yang biasanya di iringi arakk-arakan dan biasanya pula acara arak-arakan ini melewati Jalan Tamansari, jalan disamping ITB.
Entah karena sebab apa yang tidak terlalu jelas, mulai karena kekhawatiran macet, berantem, atau lain sebagainya untuk pertama kalinya dan benar-benar terjadi wisuda April 2010 Itb kali ini menggunakan jalur dalam, ya jalur tunnel, yang biasa dipake anak TPB untuk langsung tembus ke Saraga.
Entah ini merupakan berita besar atau berita yang biasa saja. Tentu banyak wisudawan yang kecewa. Sebagian besar wisudawan tentu mengingkan Tamansari yang karena sudah menjadi tradisi, atau mungkin hanya sekadar tidak terima karena mereka dulu mengarak senior mereka ya, lewat Tamansari itu.
Satu hal lagi yang membuat kali ini sedikit berbeda adalah pejabat rektorat yang kali ini menyaksikan para pengarak, dalam hal ini mahasiswa adik angkatannya , menyaksikan berbagai atraksi yang tentunya belum pernah dilihat. Dari dulu mungkin rektorat tidak peduli tentang hal-hal seperti itu. Rektorat hanya taunya wisudaan lancar, tanpa tawuran dan tidak menyebabkan citra negatif dari masyarakat luar yang melihat. Karena memang setiap momen wisudaan itu momen yang sakral bagi orang-orang tertentu.
Wisuda menjadi titik balik dari kehidupan seseorang, dimana ia akan terjun langsung ke masyarakat menerapkan ilmu atau bekal yang lain yang ia dapat semasa kuliah. Wisuaan juga bisa menjadi tempat untuk melampiaskan apa saja bagi orang yang rese, yang ga punya kerjaan lain, misalnya aja dalam kasus berantem antar himpunan, yang tidak lain tentu saja dimotori wisudawan yang sudah tidak mungkin lagi kena sanksi apapun.
Momen waktu itu, Sabtu 10 April 2010 sebagai Satgas, satuan tugas perwakilan himpunan, yang bertugas mengawasi jalannya arak-arakan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Satgas tersebar di berbagai spot dan saya bertugas di penyambutan wisudawan, Saraga, tempat biasanya orang menghabiskan waktu untuk berolahraga, atau hanya sekadar cuci mata. Waktu itu pun seolah olah bukan mau ngarak tetapi mau nonton bola, karena pada saat yang bersamaan ada yang sedang bermain bola.
Terlihat konyol, seru, bagus, sedih, gembira mungkin itulah yang saya sendiri rasakan waktu itu. Entah yang lain, mungkin sama, mungkin juga berbeda dengan sedikit penambahan atau pengurangan. Yang paling konyol tentu saja anak SR, entahlah, para seniornya tak henti-henti ngerjain juniornya, berlangsung terus-menerus seperti lingkaran setan yang tak pernah terputus. Karena dalam setiap wisudaan mereka yang menjadi panitianya adalah angkatan yang baru masuk ITB. Begitu konyolnya, ada yang pake topeng monyet, army men, pinokio yang jumlahnya sangat banyak, dan penari hulahop.
Terjadi masalah miskomunikasi dari himpunan Astronomi, mereka yang pertama keluar. Wisudawan dah keluar tapi belum ada yang nyambut. Dilihat dari massa yang nyambut pun jumlahnya dikit. Agh, kasian rasanya melihatnya, kurang seru, kurang rame. Yang kelihatan paling rame itu anak PATRA, jumlah massanya banyak, ramelah...
Hingga HMS Sipil yang keluar dari saraga terakhir tidak terjadi chaos di dalam saraa. Entah di tampat lain. Karena wisudawan diarak mengelilingi kampus. Bisa juga terjadi clash antar himpunan atatupun pertemuan yang diinginkan. Kata temen-temen si PATRA ketemu Arsi. . wah kayanya seneng.
Sampai sipil pergi, berakhir pulalah tugas Satgas di area Saraga, yang kemungkinan juga disusul yang bertugas di daerah lain.
Wisudaan yang berkesan karena untuk pertama kalinya menjadi Satgas. Tidak seperti Oktober kemarin yang menjadi LO, ga asyik, tapi tetep bagus juga.

Friday, January 15, 2010

masa depan seorang pemimpi & pemimpin

RESOLUSI 1431 H

I. BBERDASARKAN:

Potensi apa saja yang saya miliki ?

Jujur

Dapat dipercaya

Lugas dalam berbicara

Jiwa kepemimpinan

Komunikasi lisan yang cukup

Rasa tanggung jawab tinggi

Apa yang saya inginkan dalam hidup ?

Bermanfaat bagi orang lain , memperoleh kebahagiaan di dunia & akhirat. Implementasinya adalah menjadi seorang pemimpin umat yang amanah. Mampu memberikan pekerjaan bagi orang lain.

Apa yang tidak saya inginkan dalam hidup ?

Menjadi seorang yang dibenci, dijauhi orang lain, tidak bermanfaat bagi orang lain. Hidup terlalu cinta kepada dunia, banyak melakukan maksiat.

Prinsip apa saja yang sangat mendasar bagi saya ?

Pekerja keras, berusaha mengamalkan sunnah rasul.

Saya ingin menjadi orang yang seperti apa ?

Seperti yang telah saya utarakan adalah menjadi seorang pemimpin umat yang amanah, bermanfaat bagi orang lain.

Apa yang harus saya lakukan di dunia ini ?

Belajar di kuliah, belajar organisasi, belajar bersosialisasi, belajar bermasyarakat, bekerja keras, tetap selalu berdoa.

MENIMBANG :

Menjadi Mahasiswa

Bahwa yang membedakan mahasiswa dengan siswa adalah kapasitasnya dalam berpikir, terutama secara logis dan terstruktur karena digembleng oleh metode belajar akademiknya yang lebih menekankan pada keahlian dan perjuangannya dalam mewujudkan apa yang dianggapnya benar atau ideal. Karena mahasiswa adalah seseorang yang sedang berada dalam tahap transisi menuju kedewasaan, baik pikiran maupun perilaku.

Lalu apa yang dibutuhkan untuk itu? Pertama adalah keberanian untuk bertanya. Seseorang yang ingin menjadi mahasiswa bertanya tidak hanya supaya tidak tersesat, tapi juga karena ia sedang berupaya untuk mendefinisikan dan mengenal dirinya sendiri juga lingkungan dimana ia berada.

Kedua adalah kemandirian. Menjadi mahasiswa berarti menjadi pribadi ayng mandiri. Baik mandiri secara intelektual maupun mandiri dalam kehidupannya sehari-hari. Mandiri berarti mulai mempercayai dirinya bahwa ia mampu menjadi dan melakukan segalanya. Mandiri secara intelektual berarti mau dan mampu berpikir sendiri dan mencoba menjalankannya. Berarti menjadi mahasiswa adalah suatu kesempatan besar untuk menjadi manusia dewasa yang mandiri, pintar dan bertanggung jawab. Sebuah kesempatan yang sungguh sayang untuk disia-siakan begitu saja.

II. MEMUTUSKAN :

Resolusi 1(satu) tahun lagi :

Tidak mengesampingkan akademik (tetap belajar yang rajin)

IPK >=3.5

Punya modem Februari 2009

Mengikuti diklat aktivis terpusat(DAT)

Menjadi ketua panitia wisuda April 2010

Menjadi ketua kontingen PIMNAS 2010 Bali

Lolos PKMP jamur tiram putih

Juara I PIMNAS bidang PKMP 2010

IPK >= 3.5

Ketua panitia TENS 2010

Punya laptop sendiri Juli 2010

Lulus mata kuliah BOR indeks A

Bisa nyupir

Punya bisnis di Google Adsense

Resolusi inin dibuat untuk saja target saya setahun ke depan, tapi saya juga merencanakan untuk jangka panjang

Target lulus April 2013, dengan alasan bahwa ketika saya lulus, saya sudah mendapatkan added value yang juga orang lain dapatkan setelah mengenyam pendidikan di ITB : comuncation skill,organizational skill, leadership, logic, effort, group skils.

KERJA DI CHEVRON 2013 (Umur 24 tahun)

Kerja selama 7 tahun

MEMULAI BISNIS 2018 (Umur 29 tahun)

Merintis usaha bidang energi, atau barang dan jasa.

Menikah

Insya Allah dengan muslimah.

KERJA DI TOTAL E&P BALIKPAPAN 2020 (Umur 31 tahun)

Target selama 6 tahun

Bisinis mulai berkembang pesat

KERJA DI SCHLUMBERGER 2026 (Umur 37 tahun)

Halil Burton (5 tahun, Umur 42 tahun)

Dirut Pertamina : 10 tahun; 2031 (Umur 42-52 tahun)

Mentri Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia

Berbakti , mengabdi untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara di sisa umur yang tersisa.

Dedi Maryono

apa sih sebenarnya mahasiswa itu

MENJADI MAHASISWA

ORANG bilang menjadi mahsiswa itu sesuatu yang hebat, namun tidak mudah. Hebat karena butuh kapasitas intelektual yang lebih, tapi juga tidak mudah karena tidak semua orang bisa menjadi mahasiswa. Memang, orang yang memasuki perguruan tinggi , apalagi ITB, pasti orang yang pintar. Tapi tidak semua orang bisa menjadi mahasiswa karena keterbatasa ekonomi, peluang dan intelektulitas. Tapi apakah hanya itu saja artinya menjadi mahasiswa?

Sebenarnya apa sih mahasiswa itu? Dan apa juga yang dibutuhkan untuk benar-benar mewujudkannya? Siswa adalah sebutan untuk orang yang mengikuti sebuah kegiatan pendidikan. Sedangkan maha adalah besar atau lebih. Jadi mahasiswa adalah orang yang lebih dari siswa biasa. Seseorang yang mengikuti pendidikan di perguruan tinggi yang lebih dari siswa SMP atau SMA.

Yang membedakannya dari siswa biasa adalah kapasitasnya dalam berpikir, terutama secara logis dan terstruktur karena digembleng oleh metode belajar akademiknya yang lebih menekankan pada keahlian, dan perjuangannya dalam mewujudkan apa yang dianggapnya benar atau ideal. Mengapa memperjuangkan apa yang ideal dan benar? Karena mahasiswa adalah seseorang yang sedang berada dalam tahap transisi, menuju kedewasaan, baik pikiran atau perilaku. Itu berarti mahasiswa sedang mempertanyakan kembali nilai-nilai yang ada di sekelilingnya dan juga yang ia anut. Mempertanyakan apa yang benar dan salah. Juga karena ia berada dalam koridor kebenaran ilmiah ilmu pengetahuan yang menuntutnya untuk selalu jujur dan memperjuangkan apa yang benar.

Lalu apa yang dibutuhkan untuk itu? Pertama adalah keberanian untuk bertanya. Ada yang bilang malu bertanya sesat di jalan. Seseorang yang menjadi mahasiswa bertanya tidak hanya supaya tidak tersesat. Tapi juga karena ia sedang berupaya untuk mendefinisikan dan mengenal dirinya sendiri juga lingkungan diamna ia berada. Apakah hal yang selama ini ia anggap kebenaran adalah memang hal yang benar? Dengan bertanya dan mencoba mengenal dirinya iapun memulai proses untuk menjadi dewasa.

Kedua adalah kemandirian. Menjadi mahasiswa berarti menjadi pribadi yang mandiri. Baik secara intelektual maupun mandiri dalam kehidupannya sehari-hari. Mandiri berarti mulai mempercayai dirinya bahwa ia mampu menjadi dan melakukan segalanya. Mandiri secara intelektual berarti mau dan mampu berpikir sendiri dan mencoba menjalankannya. Berarti menjadi mahasiswa adalah suatu kesempatan besar untuk menjadi manusia dewasa yang mandiri, pintar dan bertanggung jawab. Sebuah kesempata yang sungguh sayang untuk disia-siakan begitu saja.

SELAMAT MENJADI MAHASISWA!